Mengawal informasi terpercaya

Pasar Asia Merespons Manuver Tarif Trump, Bank Indonesia Stabilkan Pasar

Jakarta, Prodemokrasi.id |Nilai tukar rupiah melonjak pada perdagangan Kamis pagi (10/4/2025), memimpin penguatan mata uang Asia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mendadak menunda tarif tinggi atas puluhan negara.

Mengacu data Refinitiv pukul 09.32 WIB, rupiah menguat 0,69% terhadap dolar AS. Dong Vietnam dan yen Jepang menyusul, masing-masing naik 0,57%. Sebaliknya, dolar Singapura melemah 0,28%, sementara won Korea Selatan menjadi yang terlemah di kawasan.

Lonjakan rupiah terjadi setelah keputusan mengejutkan Trump pada Rabu malam waktu AS. Dalam konferensi pers, ia mengumumkan penangguhan sementara selama 90 hari atas tarif impor tinggi—yang baru diberlakukan sehari sebelumnya—untuk sebagian besar negara mitra dagang, kecuali China. Untuk China, tarif justru dinaikkan menjadi 125%.

Langkah ini memicu reli tajam di pasar saham AS dan meredakan kepanikan global yang sempat membuat triliunan dolar menguap dari pasar keuangan.

“Saya melihat tadi malam bahwa orang-orang mulai merasa mual,” kata Trump, dikutip dari Reuters. “Pasar obligasi sekarang tampak indah.”

Penguatan rupiah juga didorong oleh langkah intervensi Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan pasar. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai respons BI terhadap gejolak global sangat strategis.

“Intervensi aktif BI sangat penting saat ini. Kami berharap langkah ini bisa memulihkan kepercayaan investor dan menarik kembali aliran modal,” ujarnya pada Rabu (9/4/2025).

Josua menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik dan kebijakan dagang AS memicu capital outflow dari Indonesia. Namun, dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, ia optimistis perekonomian nasional mampu bertahan di tengah tekanan eksternal.

Untuk jangka panjang, ia menyarankan pemerintah memperkuat struktur ekonomi domestik dan daya saing produk lokal agar lebih tahan terhadap risiko global.

Exit mobile version