Mengawal informasi terpercaya

Ratusan Musisi Dunia Boikot Platform Musik Israel, Kecam Genosida di Gaza

Jakarta, Prodemokrasi.id | Lebih dari 400 musisi dan seniman internasional mengumumkan partisipasi mereka dalam kampanye boikot budaya bertajuk “No Music for Genocide”, dengan menarik karya-karya mereka dari platform streaming digital asal Israel. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza pada 29/9/2025.

Dilansir media Israel Haaretz, gerakan ini bertujuan menekan industri musik global untuk mengambil sikap atas eskalasi konflik yang menyebabkan penderitaan besar, terutama bagi anak-anak Palestina. Para musisi menyerukan solidaritas internasional dengan memutuskan hubungan profesional dengan platform yang berbasis di Israel.

Beberapa nama besar dalam industri musik yang turut mendukung gerakan ini di antaranya adalah band asal Inggris Massive Attack, grup Primal Scream dari Skotlandia, band indie Amerika Japanese Breakfast, penyanyi legendaris Amerika Carole King, bintang pop Jepang Rina Sawayama, serta musisi asal Denmark, MØ.

Dalam pernyataan resmi penyelenggara kampanye, para seniman menyatakan bahwa budaya tidak dapat menghentikan bom, tetapi bisa menjadi alat perlawanan terhadap represi politik dan normalisasi kekerasan oleh negara atau perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

“Budaya tidak dapat menghentikan bom sendirian, tapi bisa membantu menolak penindasan politik, menggeser opini publik menuju keadilan, dan menolak pencucian citra melalui karya serta normalisasi terhadap perusahaan atau negara mana pun yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan,” bunyi pernyataan tersebut.

Gerakan ini juga mendesak tiga label musik besar dunia Sony, Universal, dan Warner  untuk mengikuti langkah serupa seperti yang dilakukan terhadap Rusia setelah invasinya ke Ukraina pada 2022.

Aksi boikot budaya ini merupakan bagian dari gelombang protes global yang lebih luas dari kalangan seniman, atlet, dan insan kreatif lainnya terhadap serangan berkelanjutan Israel di Gaza, yang telah menewaskan ribuan warga sipil dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam.

Dukungan terhadap rakyat Palestina juga disuarakan dalam ajang penghargaan internasional. Pada ajang Emmy Awards yang digelar minggu lalu, sejumlah aktor seperti Hannah Einbinder, Ruth Negga, Chris Perfetti, dan Aimee Lou Wood tampil mengenakan pin merah bertuliskan Artists4Ceasefire sebagai simbol solidaritas. Aktor Spanyol Javier Bardem bahkan tampil dengan mengenakan keffiyeh, simbol ikonik perjuangan Palestina.

Sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza, gelombang kecaman dan aksi solidaritas dari berbagai sektor terus menguat. Kampanye No Music for Genocide menjadi salah satu bentuk perlawanan kreatif yang menegaskan bahwa dunia seni tidak akan tinggal diam dalam menghadapi ketidakadilan.

Exit mobile version