Mengawal informasi terpercaya

Red Sparks Ditinggal Megawati di Puncak Karier, Demi Sang Ibu

megawati
megawati

Jakarta, Prodemokrasi.id | Megawati Hangestri Pertiwi resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Jung KwanJang Red Sparks. Outside hitter andalan timnas voli Indonesia itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya demi mendampingi sang ibu yang sedang sakit. Keputusan tersebut diumumkan klub dan agennya melalui media Korea Selatan, Yonhap, pada Rabu (9/4/2025).

“Mega ingin memperpanjang kontrak, tetapi kondisi kesehatan ibunya membuatnya memilih pulang,” kata pernyataan sang agen.

Megawati menjadi pilar penting Red Sparks selama dua musim terakhir. Musim ini, ia tampil impresif dan mengantarkan klub asal Daejeon itu ke final V-League untuk pertama kalinya dalam 13 tahun. Pada partai final kelima melawan Pink Spiders, Megawati menjadi pencetak poin terbanyak dengan torehan 37 angka.

Secara total, ia membukukan 1.020 poin sepanjang musim 2024–25, dengan rincian 917 poin dari serangan, 74 blok, dan 29 ace. Angka itu menempatkannya di atas dua pemain asing top lainnya: Gyselle Silva (1.008 poin) dan Viktoriia Danchak (910 poin).

Dalam babak playoff, Mega mencatat 65 poin dari tiga laga melawan Hillstate dan mencetak 153 poin sepanjang lima leg grand final. Performa tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain asing terbaik yang pernah memperkuat Red Sparks.

“Dia adalah pemain berdedikasi, pemimpin di lapangan, dan pribadi yang harmonis dengan tim. Kami mendukung keputusannya dan berharap bisa bekerja sama lagi di masa depan,” tulis Red Sparks dalam unggahan Instagram resmi mereka.

Karier profesional Megawati dimulai sejak usia 14 tahun bersama Surabaya Bank Jatim. Di Proliga Indonesia, ia sempat memperkuat Jakarta Pertamina Fastron dan Jakarta BNI 46. Pada 2021, ia menjajal pengalaman internasional bersama Supreme Chonburi-E.Tech di Thailand, lalu Hà Phú Thanh Hóa di Vietnam sebelum akhirnya bergabung dengan Red Sparks pada 2023.

Selama berseragam Red Sparks, Megawati tidak hanya mencetak angka, tetapi juga menjadi wajah kebangkitan klub. Ia dikenal lewat smes keras, kepemimpinan tenang, dan dedikasinya yang tinggi di lapangan.

Keputusannya untuk meninggalkan klub menjadi kehilangan besar bagi V-League Korea Selatan. Namun, alasan keluarga membuat banyak pihak menghormati keputusannya.

Exit mobile version